Kartini Masa Kini : 1. Dewi Sulastri

Dalam rangka mengenang R.A. Kartini, Jeparadise.org telah memilih beberapa figur Wanita kelahiran Jepara yang mempunyai jiwa seperti Beliau. Selengkapnya ada 7 Kartini masa kini atau Kartini modern yang berhasil kami jaring lewat kepopulerannya di dunia maya.

Berikut ini (bukan berdasarkan urutan peringkat) Jeparadise.org mencoba merangkum biografi tentang “Dewi Sulastri“, seniwati serba bisa.

“ Sekecil apapun hidup harus berguna bagi sesama. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan.
Bercita-citalah setinggi langit dan berpikir maju, karena kita diciptakan bukan untuk
menjadi yang kalah. Kita diciptakan menjadi wakil  HYANG AGUNG untuk
kemenangan di bumi”.  (ESQ) [2]

Nama  : Dewi Sulastri

TTL      : Jepara, 15 Maret 1966

Prestasi :

  1. Seniman serbabisa, mulai dari menari, menyanyi, hingga berakting. [1]
  2. Memimpin ratusan seniman di bawah naungan Swargalola Art and Culture Foundation. [1][2]
  3. Selama 15 tahun sejak berusia tujuh tahun, ia terlibat pementasan di panggung terbuka Ramayana Prambanan, Jawa Tengah. Ia antara lain pernah tampil di depan Raja Thailand. [5]
  4. Juara Macapat Se-Kodya Surakarta, 1983. [4]
  5. Penari Bambangan Terbaik Lomba Tari Tradisi se-Jawa Tengah Tahun 1987. [3]
  6. Sutradara Terbaik Festival Wayang Orang Tingkat Nasional  (WOPA) I, 1988 Pemeran Wanita Terbaik Festival WOPA II, 1989, WOPA III, 1990, dan WOPA IV,1999. [4]
  7. Beberapa karyanya, tari Srimpi Retno Utama, tari Merak Mangigel, tari Bondan Suko Asih pada 1989, tari Bedaya Dewi Sri pada 2003, tari Bedoyo Aji Soko pada 2008, tari Bedoyo Tri Sabdo Tunggal Indonesia, Bedoyo Merah Putih, dan opera Sejarah Senopati Pamungkas pada 2009. [1]
  8. Penata Tari Terbaik Festival Sendratari Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1990. [3]
  9. Penari Istana Negara, 1997-1999. [4]
  10. Karya lainnya : The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka Tahun 2006, dan The Indonesian Opera Drama Wayang Swargaloka yang hingga saat ini eksis dan terus dikembangkan. [3]
  11. Peraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Tahun 2008 Sebagai Sutradara dan Penari Wayang Orang yang semua Pelakonnya Perempuan. [3]
  12. Tahun 2008, Dewi Sulastri mencetuskan konsep baru wayang orang dengan bahasa Indonesia dan gerak tari yang lebih dinamis. [5]
  13. Sutradara Opera Ken Dedes,Wanita di Balik Tahta, digelar di Gedung Kesenian Jakarta (02 Februari 2013), Taman Mini Indonesia Indah (17 Februari 2013), dan Taman Budaya Jawa Timur (06 April 2013). [1]
  14. Dance and World Music Concert – Jejak Asa Sang Dewi – Representation Personal Identity di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 19 Juni 2011. [3]

“Tari adalah ekspresi jiwa dan imaginasi saya. Dari sini saya menginterpretasi serta mengolah. Apa yang ingin saya persembahkan ini, adalah bagian dari respon terhadap ritme perjalan hidup saya. Menggabungkan esensi disiplin seni (tari dan tembang) yang saya jalani dalam sebuah pola penciptaan karya,”  [3]

 

Sumber :

[1] http://www.tempo.co/read/news/2013/04/05/113471328/Opera-Kendedes-Dipentaskan-di-Surabaya

[2] http://swargaloka1706.blogspot.com/

[3] http://www.tnol.co.id/profil/9658-jejak-asa-sang-dewi-sebuah-refleksi-dewi-sulastri-.html

[4] http://sutarko.blogspot.com/2012/05/suryandoro-dan-dewi-sulastri-wayang.html

[5] http://buletinmadubranta.blogspot.com/2012/08/dewi-sulastri-konseptor-wayang-wong.html

[I-1]

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS